Oleh: Dipankara Jayaputra Di suatu museum benda – benda antic, terdapatlah sebuah patung kuda besar yang terbuat dari batu marmer. Patung itu berdiri dengan begitu indah dan gagahnya serta banyak dikagumi oleh banyak orang. Suatu ketika lantai tempat dimana patung itu berpijak berkata kepada sang patung,” aku sungguh sangat iri padamu patung, begitu banyak orang yang mengagumi dirimu, sementara aku, diijak injak oleh begitu banyak orang yang datang untuk mengagumi dirimu”,” dunia ini memang sungguh tak adil”, keluhnya. Kemudian setelah beberapa saat sang patung menjawab keluhan dari si lantai tersebut. Ingatkah kawan sebelum kita menjadi seperti sekarang ini??. Kita berasal dari gunung yang sama, jenis batuan yang sama serta mengalami proses awal yang sama hanya ketabahan dan keuletan saja lah yang membedakan kita. Lalu si lantai pun menjadi bingung atas jawaban tersebut dan meminta penjelasan lebih kepada sang patung. Kemudian sang patung menjelaskan lebih detailnya, dahulu kita hanyalah sebongkah batu yang tak begitu bernilai dan tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang pemahat yang dengan pahat tuanya memahat dan membentuk tubuh kita menjadi apa yang dia inginkan hingga terasa begitu sakit, sakit sekali rasanya. Dan ingatkah kau apa respon yang kamu berikan terhadap hal tersebut?? Kamu menyerah dengan keaadan yang awalnya sangat menyakitkan tersebut dan mematahkan dirimu sendiri sehingga sang pemahat tersebut tidak dapat membentuk dirimu menjadi lebih indah lagi dan akhirnya kamu hanya menjadi sebuah lantai saja. Kamu menyerah dengan keaadan yang ada !!. tetapi aku?? Aku terus bersabar dan menahan rasa sakit yang aku terima, aku tabah menghadapi segala penderitaan yang aku harus rasakan saat itu hingga akhirnya tubuhku terbentuk seperti seekor kuda jantan yang begitu perkasa. Setelah semua proses berhasil aku lalui, aku dingkat dan ditempatkan di depan sebuah kaca. Betapa kagetnya aku ketika melihat diriku sendiri. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah patung kuda jantan yang begitu perkasa. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku Pesan dan perenungan : Kehidupan kita saat ini bolehlah penuh dengan penderitaan tapi janganlah menyerah dengan keaadaan yang ada sekarang ini. Berusahalah dengan penuh kesabaran, ketekunan, keuletan untuk keluarlah dari kesedihan dan masalah yang ada tersebut. Karena begitulah pada hakekatnya cara Tuhan Untuk Membuat seorang manusia tumbuh dan berkembang hingga cita-cita kita tercapai. Memang pada saat itu tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata. Tetapi inilah satu-satunya cara untuk mengubah kita supaya menjadi cantik dan memancarkan kemuliaan. Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah dengan diiniringi proses untuk terus berjuang, jangan pernah menyerah. |







