Oleh: Dipankara Jayaputra
Berbicara mengenai definisi dari sebuah kesuksesan, pastilah setiap orang mempunyai definisi yang berbeda beda, tergantung dari apa yang ia inginkan dan cita – cita kan serta dengan tolok ukuran yang berbeda pula. Seperti seorang ibu rumah tangga yang telah menganggap dirinya sukses jika telah mendidik anaknya dengan baik, selesai memasak sesuai dengan waktunya serta menyelesaikan semua pekerjaan pekerjaan rumah tangga yang menjadi kewajibannya. Namun tentunya definisi itu akan menjadi berubah untuk seorang bisnisman, ia menganggap bahwa kesuksesan itu dapat ia capai jika ia berhasil mendapatkan untung sekian M, membuat beberapa perusahaan baru dan lain lain. Dan begitu seterusnya jika pertanyaan itu dilemparkan kepada orang yang lainnya.
Seorang motivator terkenal bernama Zig Ziglar, mendefinikan kesuksesan sejati sebagai sesuatu yang mencakup delapan bidang kehidupan, yakni: kebahagiaan, kesehatan, keuangan (kemakmuran), keamanan, kualitas persahabatan (mempunyai banyak sahabat), hubungan keluarga yang baik, pengharapan akan masa depan, dan kedamaian pikiran. Itulah sebabnya kita sering mendengar orang berkata bahwa orang kaya belum tentu sukses, namun orang yang sukses pasti kaya secara material dan spiritual. Sedangkan saya sendiri ( Dipankara ), mendefinisikan kesuksesan sebagai kumpulan dari keberhasilan keberhasilan yang menjadi prioritas dalam hidup kita, yang mana dengan meraih hal tersebut, diri kita akan menjadi bahagia karenanya.
Hal yang perlu diingat adalah bahwa tujuan dasar dari pencapaiaan kesuksesan itu adalah menginginkan adanya suatu kebahagian batin. Setiap orang pada dasarnya pastilah menginginkan kebahagiaan hanya cara untuk meraihnya saja yang berbeda beda, ada yang dengan kekayaan baru bisa bahagia, ada yang hanya dengan kekuasaan, ada yang hanya dengan ketenaran, ada yang hanya dengan banyaknya gelar akademis dll. Sehingga menjadi hal yang sangat penting untuk diingat bahwa janganlah proses kita untuk mencapai kesuksesan itu dinodai dengan hal hal yang tidak baik (kotor, licik, curang dsb) yang dapat merusak atau menghancurkan nilai dari sebuah kebahagiaan kita pada akhirnya.
Misalnya jika seseorang menginginkan kekayaan, maka janganlah proses untuk mendapatkan kekayaan tersebut dilalui melalui cara – cara licik dan curang seperti korupsi, mencuri dan sebagainya. Karena hal hal tersebut merupakan hal yang melanggar hukum baik Negara maupun agama yang dapat menyebabkan kita diberikan hukuman. Jika kita berpikir jernih, toh untuk apa harta yang berlimpah jika pada akhirnya kita harus menghabiskan sisa umur kita di penjara dan setelah itu harus bersiap menghadapi siksaan yang lebih parah lagi di neraka.
Bahkan menurut Seorang pakar kepemimpinan dari Amerika bernama Dr. John C. Maxwell menegaskan bahwa dalam perjalanannya, kesuksesan senantiasa pasti memerlukan apa yang harus kita lakukan dengan penuh pengorbanan akan tetapi tempuhlah perjalanan sukses itu dengan benar dan hargailah prosesnya bukan hasil akhir. Bagaimana menurut Anda?
Sekian artikel ini saya tulis, semoga dapat bermanfaat dan berguna untuk anda sekalian dalam memotivasi dan mengembangkan diri menjadi individu yang lebih berkualitas.
Salam sukses!!
Dipankara













